Wednesday, June 26, 2013

Sandaran diri

Kutitipkan rindu dalam bisu,
menyusuri ceceran remah roti jejak kisah ini. ��

Hanya rintik hujan disini,
menemani langkah tanpa goyah.

Diri ini seorang pengembara,
mengitari bumi yg tak pasti.

Kadang berani namun menepi,
Kadang berhenti namun mengamati.

Sandarkan diri pada Illahi,
melepaskan segala ego yang ada di hati.

~ Surabayaku, 26062013 ~

Monday, May 27, 2013

[Monolog] URIP KUDU IKHLAS

[Monolog awal pekan bersama MotivaSyam]

Setelah seharian kemarin mencari ilmu, mulai dari Tausiyah hingga Cangkru'an Warung Kopi. Memang tak bisa dipungkiri jikalau Hearing/Listening/Mendengar/Menyimak adalah proses pembelajaran yang membosankan bagi sebagian orang, namun bisa sangat mengena bagi hamba-hamba Allah yang berfikir. Karena dengan metode inilah, kita bisa melatih kesabaran kita, konsentrasi kita dan respon sosial kita terhadap apa-apa yang disampaikan. Kadangkala bertentangan dengan prinsip, kadang sesuai, juga terkadang dirasa tidak penting, tapi lagi-lagi kita akan terus berusaha mendengarnya jika kita paham dengan yang dimaksud BELAJAR.

Berikut adalah cuplikan monolog antara His dan Syam.

His : Syam, Sejatine urip iku kudu IKHLAS.
Syam : Lha terus ikhlas iku carane piye, His?
His : Yo ora nduwe alasan iku jeneng e ikhlas.
Syam : Lho, bukan e urip iku kerono lillahi ta'ala?
His : Iyo, tapi yo kudu ati-ati noto niat. Mergo kabeh iku mbalik e soko niat.
Syam : Maksud e, wong jelas-jelas niat e kerono Gusti Allah !
His : Bener pancen e, urip iku lakune kudu kerono Gusti Allah. Tapi tetep ae, kudu ati-ati mergo syaitan iku slalu nyisip nang njero ati.
Syam : Lha tanda e urip wis gak ikhlas?
His : Mung Gusti Allah sing ngerti, tapi jelas e, nek awakdewe nglakoni opo ae sampe ngeroso wes kesel, ngeroso nduwe hak, ngeroso nduwe jasa, brarti lillahi ta'ala e perlu ditoto maneh.
Syam : Hmmmm........ (siap-siap sholat Ashar)

*mohon MAAF jika tata bahasanya amburadul ^__^

Saturday, May 25, 2013

Buah Pilihan

Ketika menanam sebuah pohon, sangat perlu merawatnya dengan memangkas daun yang kering, memupuk dan menyiraminya dengan sabar hingga tumbuhkembang dan berbuah. Adakalanya buah yang dipanen tak begitu bagus, adakalanya menjadi buah unggul. Siapapun pasti puas dan bangga mendapatkan hasil panen yang bagus, tapi yang lebih penting adalah bagaimana mensyukuri apapun hasil yang didapat, baik dalam kondisi yang tidak sesuai harapan, terlebih ketika hasilnya luarbiasa.

Menyikapi proses hidup pun baiknya demikian, tak perlu hiraukan hasil yang didapat seketika itu, tapi lebih utama adalah mensyukuri apapun keadaannya, dan terus berusaha melakukan lebih baik lagi setiap detiknya karena mencari ridho Allah.

#MotivaSyam

Selamat berjuang anak2ku,
Ujian bukan akhir segalanya, tetapi awal dari proses menyikapi hidup dengan bijak.
Nilai bukanlah penentu baik buruknya seseorang, tetapi keimanan dan manfaatlah yang lebih utama bagi seorang manusia

Wednesday, May 22, 2013

Ayo rek, dukung dulur seperjuangan ! CAK Suroboyo 2013

Dukung Cak Bayu Prasetyo untuk menjadi Cak Favorit 2013 Ketik: CNS (spasi) 17 Kirim ke 3439 (Telkomsel, Rp120/sms) http://t.co/nG5Xh52v6T -- Cak & Ning Surabaya (@CakNingSBY)

Arek PENS #Roboholic

Sunday, May 19, 2013

Mutiara Hati si Bungsu (2)

Ini adalah lanjutan cerita dari Si Bungsu berhati mutiara. Selamat menikmati
++++++++++++++++++++++++++++++++++

Sang ayah begitu senang, karena ada yang merawat dan memperhatikannya, tak jarang pula, si bungsu menyempatkan di waktu liburnya, untuk mengajak sang ayah berjalan-jalan, walau hanya sekedar makan berdua di luar, sampai menikmati keindahan alam di daerah sekitar kota tinggal mereka sekarang. Rupanya perlakuan si bungsu ini menjadi kebanggaan dan kepuasan tersendiri dari sang ayah, karena di hari tuanya, beliau masih bisa bercanda tawa dengan satu diantara anak tersayangnya, walau beliau sudah menderita penyakit tua (pikun).

Berselang beberapa bulan setelah kepindahan sang ayah ke kontrakan si bungsu. Sang ayah melemah kondisi fisiknya, beliau malah sering sakit-sakitan, dan suka manja dengan si bungsu, terkadang marah-marah. Memang ini sifat manusiawi yang terjadi, karena siklus psikis manusia seperti lingkaran tak berujung, berawal dari lahir yang tidak bisa apa-apa dan hanya menangis dan tertawa, hingga bisa mulai tengkurap, merangkak, berlari, hingga bekerja keras, namun ketika menjalani umur tuanya, maka akan kembali menjadi seorang manusia penuh manja dan labilnya.

Si Bungsu dengan tetap penuh kesabaran merawat sang ayah, malahan si bungsu lebih menyempatkan diri memanja-manjakan sang ayah. Suatu malam, ketika si bungsu mengajak sang ayah ke pantai (dingin banget pastinya), untuk melihat rembulan yang sedang tersenyum lebar dengan sempurna. Tiba-tiba sang ayah memeluk si anak, dan menunjuk pada hamparan pasir, lautan yang luas , hingga berpaku pada bulan tersebut, tak peduli disana banyak orang yang ikut serta menikmati indahnya bulan purnama dan berkata :

"Nak, lihatlah Allah menciptakan alam dan seisinya tanpa hal yang sia-sia. Tanpa meminta pun, Allah memberi kita hamparan pasir yang luas, agar kita semua bisa berkumpul disini rame-rame, diciptakan pula rembulan yang begitu indah untuk menemani keramaian, dan luasnya samudera untuk mempercantik sang bulan. Yakinlah nak, hanya untuk Allah-lah kita bernafas, hanya untuk Allah-lah kita beraktifitas, hanya untuk Allah-lah kita berjuang (menjalani hidup), karena itu adalah amanah dari Allah untuk kita di dunia ini. Kau tinggal pilih, mana yang kau ingin, menjadi hamparan pasir dan laut yang begitu besar dan banyak, atau menjadi sebuah rembulan yang kecil (dibanding hamparan pasir dan lautan), sederhana (berbentuk bulat), dan unik (berubah bentuk sesuai umur/tanggalnya)".

Si Bungsu hanya bisa mendekap erat sang ayah, hingga tak terasa tangannya basah oleh derasnya air mata yang mengalir dari keempat mata dan berpadu hingga menyentuh bumi dengan penuh lantunan 'tasbih'. Tak tersadar, sang ayah tertidur pulas dalam senyum puasnya di pelukan si bungsu.

Suara ayam berkokok dari seberang jalan membangunkan si bungsu, hendak mengajak sang ayah menghadap Penguasa Alam Semesta (Allah ta'ala) alias sholat subuh, ternyata sang ayah sudah lebih dulu berangkat, karena malaikat maut tanpa ijin kepada si bungsu, telah menjemput sang ayah dengan senyum untuk mengajak sang ayah menghadap langsung. Saat itu tepat ulang tahun sang ayah di usianya yang ke 90 tahun lebih beberapa jam, dan malam itu kado terindah untuk sang ayah dari si bungsu. Hanya diam bisu yang ada dalam diri si bungsu, memutar ulang cerita dan kata-kata sang ayah semalam.

+++++++++++++ TO BE CONTINUED ++++++++++

Setahun bersama Pecinta Anak Yatim

[Kutisari - 19/5/2013] Beberapa hari yang lalu, saya mendapat pesan dari admin page Pecinta Anak Yatim tentang beberapa event yang sedang disiapkan dalam waktu dekat ini, satu diantaranya adalah #1stPAYnniversary komunitas Pecinta Anak Yatim region Malang Raya (@PAY_Malang), yang direncanakan dilaksanakan di SMAN 4 Malang. Saya belum tahu pasti apa saja detail acara yang diadakan oleh Kerabat PAY_Malang, yang pasti sebuah moment yang berkesan bagi seluruh relawan dan beberapa rekan2 Yatim Piatu, serta pasukan Pecinta Anak Yatim dari berbagai region yang berbondong-bondong turut meramaikan 1 Tahun komunitas PAY_Malang dan sedang berlangsung sejak tadi pagi. Sayangnya rencana saya untuk turut serta hadir merayakan moment ini, hanya tinggal rencana. Karena motor sedang waktunya turun mesin dan saya terlambat menghubungi rekan-rekan PAY_Suroboyo untuk nyisip di bagasi, hehe. Wal hasil, hari ini hanya memantau twit rekan2 yang hadir di acara tersebut, sambil memutar memory otak saya terkait awal mula kenal dengan volunteer Pecinta Anak Yatim setahun yang lalu.

Bicara soal Milad, tak lepas dari sebuah perjalanan. Ya, perjalanan dalam sebuah proses kehidupan yang penuh misteri. Setahun sudah perjalanan Pecinta Anak Yatim region Malang Raya, tak beda jauh dengan PAY_Suroboyo yang sudah bergeliat lebih dahulu beberapa bulan sebelumnya. Juga berarti setahun pula kebersamaan saya bersama para relawan PAY_Suroboyo, yang berawal dari partisipasi virtual saya di @PcintaAnakYatim via Twitter-nya sahabat kaskuser saya (Sist Rachma). Tulisan ini untuk mengukir kenangan perjalanan saya berjumpa sahabat-sahabat hebat di PAY_Suroboyo, hingga mendapat tawaran menarik (untuk peserta didik saya) dari kerabat PAY_Malang (Mas Wildan).

Kala itu, pasca event Nobar 'Hafalan Shalat Delisa', tak sabar menunggu event Pecinta Anak Yatim selanjutnya, dan berharap bisa berpartisipasi langsung. Alhamdulillah, doa yang baik didengar dan terkabul, dengan adanya Nobar serentak di 5 kota (saya lupa kota mana saja) yang totalnya 1000 Anak Yatim. Saat itu kebetulan (eh, gak ada yang kebetulan sih) filmnya berjudul Negeri 5 Menara, sebuah film tentang perjuangan dan persahabatan yang diawali dalam sebuah Pondok. Meskipun partisipasi saya terlambat (detik-detik sebelum hari H) tapi tidak menyurutkan semangat saya untuk berbagi langsung dengan anak yatim, sehingga saya disambungkan oleh Sist Rachma dengan Pak Hendy (JOSS) dan Mbak Steph, kemudian disarankan langsung meluncur ke BaseCamp. Masih ingat isi smsnya 'dateng aja di Ngagel Jaya 38 Surabaya (Bebek Telor Asin Pak JOSS)', sotomatis saya agak ketakutan and minder karena biasanya cangkruk di Warkop pinggir jalan, kok diajak rapat di Rumah Makan keren.

Akhirnya, sepulang sekolah, saya sempatkan mampir langsung ke basecamp dan berjumpa dengan rekan2 volunteer PAY_Suroboyo (saat itu belum lahir nama PAY_Suroboyo) lainnya, ada Mas Irham, Mas Lutfi, Mbak Sabrina, Mas Mega, Mas Nuril (sapa lagi ya waktu itu??? oh ya, pasti juga pegawainya Pak Hendy, hehe). Seketika itu juga saya kagum dengan semangat rekan2 pengusaha muda (kecuali Pak Hendy, peace) yang punya langkah nyata untuk berbagi dengan anak Yatim di Surabaya. Singkat cerita, pembahasan saat itu, fiksasi untuk teknis Nobar yang diadakan di East Coast dan saya kebagian sedikit peran, membawakan wireless untuk Pembukaan di lokasi Nobar.

Dan ketika hari H, East Coast belum buka, tapi relawan Nobar N5M sudah siap di lokasi diiringi semangat dan senyum untuk menyambut adik-adik Yatim Piatu yang akan ikut nonton bersama para relawan dan donatur. Satu persatu lyn(baca : angkot) berdatangan membawa rombongan dari beberapa panti asuhan di berbagai daerah surabaya yang sudah dikonfirmasi hari-hari sebelumnya, bahkan ada pula panti asuhan yang menyewa mobil rental yg masih plat putih (mungkin karena pengasuhnya ingin memberikan yang terbaik dari amanah uang transportasi yang dijatah oleh relawan untuk anak-anak asuhnya). Beberapa waktu kemudian, pelataran Bioskop sudah dipenuhi dengan keceriaan adik-adik peserta nobar, mulai dari foto-foto, bercanda tawa, bahkan sudah intip-intip ke ruang studio.

Studio yang akan digunakan Nobar sudah terisi penuh oleh adik-adik dari panti asuhan beserta ustadz maupun ustadzah pengasuhnya, juga para donatur yang ingin ikut hadir, undangan dari rekan-rekan PAY dari Malang Raya, dan tentunya para relawan sendiri, sampai-sampai harus lesehan karena kursinya sudah penuh. Saat itu saya masih sangat baru di lingkaran relawan, namun saya banyak mendapat pelajaran berharga dan semangat berbagi yang luar biasa. Teringat dengan jelas (tentunya rekan lainnya yang hadir), saat enak-enaknya nonton, salah satu adik kita berlarian dengan leluasa layaknya berada di tempat bermain yang luas dan nyaman. Dan moment itu hanya akan ada di Pecinta Anak Yatim.

Alhamdulillah, event Nobar N5M saat itu bisa dikatakan sukses, dan #BuatMerekaTersenyum tak hanya sebagai Tagar komunitas Pecinta Anak Yatim, kita telah melakukan langkah nyata yang memberi solusi, bukan janji. Kepuasan, kebahagiaan, booster semangat tersendiri, ketika bisa berjuang bersama rekan-rekan semampu kita, tanpa perlu ribet adanya birokrasi. Seusai acara, dilanjutkan dengan evaluasi dan pembicaraan lebih intens tentang bagaimana komunitas Pecinta Anak Yatim di Surabaya ini selanjutnya, apa hanya sekedar mengikuti agenda PecintaAnakYatim pusat ataukah bermetamorfosa membuat agenda tersendiri juga? Akhirnya disepakati untuk menyusun agenda tersendiri dengan pengelolaan regional, namun tetap saling support antar regional. Terkait nama sendiri, awalnya banyak versi nama, setelah publish dengan nama PAY_Surabaya, sedikit bertransformasi untuk menambah bumbu perjuangan dan khas kota Pahlawan, maka menjadi PAY_Suroboyo (dibaca dengan logat arek Suroboyo ya), hehe.

Berlanjut dengan event KlinikGigi, Buber1001AnakYatim yang melahirkan event anakan bernama GarageSalePAY, QurbanForYatim dan dan terakhir yang paling panjang masanya adalah EntrePAYneurship. Sayangnya setelah KlinikGigi, kesibukan saya di sekolah semakin padat, sehingga menyita waktu berbagi saya dengan adik-adik yatim melalui PAY_Suroboyo, sehingga hanya bisa sesekali turut dalam penutupan Buber, GarageSale di Bobo Fair, dan ClosingCeremony EntrePAYneurship. Semangat yang saya kagumi dari rekan2 relawan PAY_Suroboyo adalah berbagi tanpa berpikir tentang kompetitor, padahal mereka semua adalah pengusaha-pengusaha muda yang pada umumnya dalam kamus usaha, selalu ada rahasia dan strategi 'dapur perusahaan', uniknya di PAY_Suroboyo ini, saya malah melihat satu sama lain saling support untuk saling mengembangkan usahanya.

Saat Mas Luthfi (Gorengan Girang) mulai berencana membuka outlet, maka disaat itu pula rekan-rekan PAY_Suroboyo bahu membahu mewujudkan impian calon Cak Suroboyo ini (Upzzz). Saat satu diantara rekan mendapat kesulitan dalam pengelolaan, maka yang lain memberi saran dan strategi. Hal ini yang membuat saya nyaman dengan rekan-rekan PAY_Suroboyo, walau kita berbeda-beda, tapi semangat kita adalah BERBAGI! Bahkan, tidak sedikit, ilmu yang saya dapatkan dari diskusi tentang manajemen usaha yang dilakukan rekan-rekan PAY_Suroboyo, menjadi pencerahan bagi saya yang masalahnya tidak ada kaitannya dengan urusan dagang, tapi saking detail, gamblang dan pastinya ikhlas para relawan PAY_Suroboyo untuk berbagi, maka manfaat ilmu itu tidak hanya dirasakan bagi para pengusaha muda, namun juga menjadi manfaat bagi saya yang masih belajar untuk menjadi bagian dari Pendidikan Praktis di Sekolah Formal.

Saya selalu merasakan spirit tersendiri ketika hadir langsung di tengah-tengah kegiatan atau hanya sekedar kopdar pinggir jalan di warung kopi, sate Dharmawangsa, STMJ Ngagel dan lain sebagainya. Seakan jalan keluar terkait masalah perjuangan di ranah sosial yang sedang membebani pikiran saya, menular begitu saja tanpa perlu dibicarakan, tanpa perlu penjelasan dan alasan. Karena janji Allah sudah pasti, barang siapa berjuang untukNya, maka Allah sendirilah yang akan membantu. Dan sudah menjadi rahasia umum, kalau silaturahim itu pembawa berkah dan menjadi tolak bala. Sementara sekian dulu oret-oret saya tentang Kenangan setahun bersama PAY Suroboyo bagi saya, banyak hal-hal yang belum sempat tersampaikan di sini, bahkan mungkin banyak khilafnya. Tapi saya yakin, perjuangan rekan-rekan Pecinta Anak Yatim di berbagai penjuru, akan terus menjadi bola salju perubahan Indonesia yang lebih baik, menjadi gerakan sporadis yang berangkat dari kesadaran generasi muda untuk terus beraksi sederhana dengan dampak luar biasa. Langkah nyata memberi bukti bukan janji, bahwa Indonesia bisa lebih baik.

Ditulis sebagai Kado Milad 1 Tahun PAY Malang dan Sharing Semangat kepada Relawan PAY
(Memoar by MotivaSyam)

Friday, May 17, 2013

[Kiranya]

Sahabat, sekiranya umur kita tinggal beberapa menit,
tak sampai berjumpa sang fajar esok hari,
tak sempat menyapa embun di dedaunan,

Akankah malam ini kita masih mengeluh
atas apa yang mungkin tak sesuai dengan keinginan hati ini?

Padahal, jikalau kita ingat, Allah lebih paham tentang hambaNya,
dan janjiNya pun pasti. Masihkah kita kufur padaNya?

Memang, kita hanya seorang anak manusia yang tak tahu apa2,
Yang sukanya mengeluh dan kecewa,
Yang sukanya lupa akan segala karuniaNya.

Sahabat, semoga kita masih diberi kesempatan untuk mengucap syukur,
memanjatkan hamdalah, dan berjumpa esok pagi,
dengan semangat yang lebih. #MotivaSyam