[Monolog awal pekan bersama MotivaSyam]
Setelah seharian kemarin mencari ilmu, mulai dari Tausiyah hingga Cangkru'an Warung Kopi. Memang tak bisa dipungkiri jikalau Hearing/Listening/Mendengar/Menyimak adalah proses pembelajaran yang membosankan bagi sebagian orang, namun bisa sangat mengena bagi hamba-hamba Allah yang berfikir. Karena dengan metode inilah, kita bisa melatih kesabaran kita, konsentrasi kita dan respon sosial kita terhadap apa-apa yang disampaikan. Kadangkala bertentangan dengan prinsip, kadang sesuai, juga terkadang dirasa tidak penting, tapi lagi-lagi kita akan terus berusaha mendengarnya jika kita paham dengan yang dimaksud BELAJAR.
Berikut adalah cuplikan monolog antara His dan Syam.
His : Syam, Sejatine urip iku kudu IKHLAS.
Syam : Lha terus ikhlas iku carane piye, His?
His : Yo ora nduwe alasan iku jeneng e ikhlas.
Syam : Lho, bukan e urip iku kerono lillahi ta'ala?
His : Iyo, tapi yo kudu ati-ati noto niat. Mergo kabeh iku mbalik e soko niat.
Syam : Maksud e, wong jelas-jelas niat e kerono Gusti Allah !
His : Bener pancen e, urip iku lakune kudu kerono Gusti Allah. Tapi tetep ae, kudu ati-ati mergo syaitan iku slalu nyisip nang njero ati.
Syam : Lha tanda e urip wis gak ikhlas?
His : Mung Gusti Allah sing ngerti, tapi jelas e, nek awakdewe nglakoni opo ae sampe ngeroso wes kesel, ngeroso nduwe hak, ngeroso nduwe jasa, brarti lillahi ta'ala e perlu ditoto maneh.
Syam : Hmmmm........ (siap-siap sholat Ashar)
*mohon MAAF jika tata bahasanya amburadul ^__^
Blog ini di dedikasikan kepada seluruh anak bangsa Indonesia di seluruh dunia, karena kita semua punya hak untuk sukses dan optimis :) apapun keadaanya!
Showing posts with label Pendidikan Karakter Bangsa. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Karakter Bangsa. Show all posts
Monday, May 27, 2013
Friday, March 29, 2013
.: Duniaku Kini :.
Dear diary, aku ingin belajar menulis.
Dear boneka, aku ingin belajar bercerita.
#JamanDulu
Dear blog, aku ingin belajar mengetik.
Dear facebook, aku ingin belajar menyukai.
Dear twitter, aku ingin belajar meringkas.
Dear youtube, aku ingin belajar video.
Dear souncloud, aku ingin belajar audio.
#JamanSekarang
Sahabat, jaman ini sudah jauh berubah, dan itu sudah pasti.
Namun, sudahkah kita mengimbangi perubahan itu secara tepat?
Mampukah kita menjaga diri ini, sekitar kita dan negeri ini dari dahsyatnya gelombang peradaban teknologi multidimensi?
Jangan-jangan hanya karena kita malu dikatakan "ketinggalan jaman",
Akhirnya kita 'telan' semua teknologi yang ada tanpa 'dikunyah' terlebih dahulu.
Dampaknya 'lambung', 'jantung', dan seluruh aliran darah kita kaget hingga terkadang menjadi 'infeksi' bahkan 'terluka parah'.
Alangkah lebih santun ketika kita berusaha selektif terhadap 'suguhan-suguhan' baru yang begitu banyak ini, dan jikalau dirasa kurang baik, kesampingkan secara bijak agar tidak menyakiti perasaan si 'penyuguh'.
Kita akan jadi lebih merdeka ketika kita bisa menjadi diri sendiri, dengan berpegang teguh pada tali (agama) Allah, melalui Qur'an Hadist dan Sunnah RasulNya.
Dear boneka, aku ingin belajar bercerita.
#JamanDulu
Dear blog, aku ingin belajar mengetik.
Dear facebook, aku ingin belajar menyukai.
Dear twitter, aku ingin belajar meringkas.
Dear youtube, aku ingin belajar video.
Dear souncloud, aku ingin belajar audio.
#JamanSekarang
Sahabat, jaman ini sudah jauh berubah, dan itu sudah pasti.
Namun, sudahkah kita mengimbangi perubahan itu secara tepat?
Mampukah kita menjaga diri ini, sekitar kita dan negeri ini dari dahsyatnya gelombang peradaban teknologi multidimensi?
Jangan-jangan hanya karena kita malu dikatakan "ketinggalan jaman",
Akhirnya kita 'telan' semua teknologi yang ada tanpa 'dikunyah' terlebih dahulu.
Dampaknya 'lambung', 'jantung', dan seluruh aliran darah kita kaget hingga terkadang menjadi 'infeksi' bahkan 'terluka parah'.
Alangkah lebih santun ketika kita berusaha selektif terhadap 'suguhan-suguhan' baru yang begitu banyak ini, dan jikalau dirasa kurang baik, kesampingkan secara bijak agar tidak menyakiti perasaan si 'penyuguh'.
Kita akan jadi lebih merdeka ketika kita bisa menjadi diri sendiri, dengan berpegang teguh pada tali (agama) Allah, melalui Qur'an Hadist dan Sunnah RasulNya.
Wednesday, March 20, 2013
Sekolah = Laboratorium Kehidupan
Sekolah adalah laboratorium kehidupan untuk menunjang pembelajaran. Untuk itu perlu adanya penerapan kesadaran K3 dan pemahaman tujuan praktikum.
Dari dua hal tersebut, akan didapatkan runtutan proses kegiatan agar praktikum dapat dilaksanakan dengan tepat dan sesuai.
Terkadang perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dan teliti, bisa juga sesekali dengan percobaan.
Nah, di dalam laboratorium itulah kita juga perlu memegang erat prinsip (aqidah) namun terkadang harus berani keluar dari kebiasaan (out of the box).
Harapannya, dapat mewujudkan sebuah kreatifitas secara nyata yang dihasilkan dari kesadaran akan perlunya melakukan sebuah tindakan dengan berpegang teguh pada aqidah yang dipercayainya.
Dari dua hal tersebut, akan didapatkan runtutan proses kegiatan agar praktikum dapat dilaksanakan dengan tepat dan sesuai.
Terkadang perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dan teliti, bisa juga sesekali dengan percobaan.
Nah, di dalam laboratorium itulah kita juga perlu memegang erat prinsip (aqidah) namun terkadang harus berani keluar dari kebiasaan (out of the box).
Harapannya, dapat mewujudkan sebuah kreatifitas secara nyata yang dihasilkan dari kesadaran akan perlunya melakukan sebuah tindakan dengan berpegang teguh pada aqidah yang dipercayainya.
Subscribe to:
Posts (Atom)